Samarinda (Humas) - Kementerian Agama Kota Samarinda terus mendorong penguatan pendidikan inklusif di madrasah melalui pelatihan Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Melalui Pendidikan Inklusi yang dilaksanakan di MTs Noor Iman Samarinda, Selasa (21/7). Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan pemahaman pendidik dalam mewujudkan lingkungan belajar yang ramah, setara, dan bebas dari diskriminasi bagi seluruh peserta didik.
Pelatihan dihadiri oleh Pengawas Manajerial Madrasah Hevvi Mahfudiansyah, Kepala MTs Noor Iman Samarinda Taufik Firmansyah, seluruh guru dan tenaga kependidikan madrasah, serta menghadirkan tiga orang narasumber dari guru SLB Untung Tuah Samarinda yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mengenai pendidikan inklusi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Kementerian Agama, khususnya pilar Cinta kepada Diri dan Sesama Manusia. Pilar tersebut menekankan pentingnya menumbuhkan empati, menghargai keberagaman, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan belajar secara setara bagi setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Dalam pelatihan dijelaskan bahwa pendidikan inklusif merupakan sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik, termasuk penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus, untuk belajar bersama di sekolah reguler. Melalui pendekatan ini, setiap anak memperoleh hak yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas tanpa adanya diskriminasi.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Samarinda berharap para pendidik semakin memahami karakteristik anak berkebutuhan khusus serta mampu menerapkan praktik pembelajaran yang inklusif. Dengan demikian, madrasah dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik untuk berkembang sesuai dengan potensi masing-masing. (ar/foto: P.P)
