Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Sekjen
  • 2025-06-18 07:45:13
  • 161

Samarinda (Humas)- Forum Kerukunan Antar umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nunukan, melakukan kunjungan ke Forum Kerukunan Antar umat Beragama (FKUB) Samarinda dalam acara Dialog dan Silaturahim pada Selasa (17/6) yang bertempat di Gedung Religious Centre, Sungai Kunjang, Samarinda.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga toleransi antar umat beragama.

Toleransi umat beragama benar-benar melibatkan seluruh unsur masyarakat. Saya berharap melalui kegiatan ini kita dapat saling bertukar pengalaman memperkuat jejaring dan merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga dan meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di daerah kita masing-masing.” tegas Isfihani, Staff Ahli Walikota Samarinda.
Menjaga kerukunan antar umat beragama sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan saling menghargai di tengah keberagaman. Indonesia, sebagai negara yang memiliki berbagai agama dan kepercayaan, membutuhkan toleransi yang kuat agar perbedaan tidak menjadi sumber konflik. Kerukunan antar umat beragama memungkinkan masyarakat hidup berdampingan secara damai, membangun kerja sama, dan saling membantu tanpa memandang latar belakang agama. Dengan menjunjung nilai-nilai saling pengertian dan menghormati, kita dapat mencegah perpecahan, memperkuat persatuan, dan mewujudkan cita-cita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Di sisi lain, ketua FKUB Kabupaten Nunukan, menyampaikan betapa besar tantangan bagi Kabupaten Nunukan dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. “Kalau Kota Samarinda mungkin sudah cukup berpengalaman dalam hal ini, berbeda halnya dengan kami Pak karena kami ini, Kabupaten Nunukan itu adalah daerah perbatasan. Kabupaten Nunukan berbatasan langsung dengan Sabah Malaysia kemudian Kabupaten itu terdiri dari pada 32 Kecamatan yang berada di dua pulau dan sebagian berada di berada di daratan Kalimantan. Jadi, dengan posisi wilayah Kabupaten Nunukan yang sedemikian rupa, maka tantangan kami di Kabupaten Nunukan itu cukup luar biasa”.
Secara geografis, Kabupaten Nunukan, berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Kabupaten ini menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. Salah satu tantangan utama adalah perbedaan budaya dan agama antara Indonesia dan Malaysia yang seringkali tercermin dalam interaksi antarwarga di wilayah perbatasan. Dengan adanya perbedaan ini, potensi gesekan sosial atau ketegangan antara umat beragama bisa muncul, baik akibat kesalahpahaman budaya maupun pengaruh eksternal dari negara tetangga.
Selain itu, lalu lintas orang dan barang yang tinggi di perbatasan dapat mempermudah penyebaran pandangan radikal atau intoleran yang dapat mengancam kerukunan. Isu-isu terkait imigrasi dan keberagaman agama yang kompleks juga dapat memperburuk ketegangan jika tidak dikelola dengan bijak. Kabupaten Nunukan juga memiliki tantangan terkait dengan pembangunan infrastruktur yang memadai untuk mendukung dialog antar umat beragama dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi.
Namun, dengan pendekatan yang inklusif, seperti melibatkan tokoh agama, pemuda, serta masyarakat setempat dalam kegiatan bersama, Nunukan memiliki peluang untuk menciptakan suasana yang damai dan saling menghormati. Program-program yang mempromosikan keberagaman dan kerukunan antar umat beragama perlu diperkuat agar masyarakat tetap dapat hidup berdampingan meski ada perbedaan.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Kementerian Agama Kota Samarinda, Mustofa Nuri menekankan agar kita senantiasa mengimplementasikan Moderasi Beragama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini guna meningkatkan kerja sama semua pihak serta memperkuat moderasi beragama dalam hal toleransi dan saling mencintai terlepas dari segala perbedaan latar belakang keyakinan (rey).

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30