Samarinda (Humas) — Upaya meningkatkan kompetensi guru di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus dilakukan melalui berbagai inovasi pembelajaran. MTs Normal Islam menggelar Pelatihan Integrasi AI dalam Pembelajaran Interaktif di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi para guru untuk memperluas wawasan dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, serta sesuai dengan perkembangan teknologi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Samarinda, Edy Soltami, yang mewakili Kepala Kantor, bersama Kepala Madrasah MTs Normal Islam dan para guru. Dalam sambutan Kepala Kantor yang disampaikannya, Edy mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, khususnya sebagai langkah inovatif dari kepala madrasah yang baru dilantik dalam mendorong pengembangan kualitas pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa perubahan akan terus terjadi sehingga para pendidik perlu memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Menurutnya, manajemen bukan sekadar mengatur sumber daya yang tersedia, melainkan juga tentang bagaimana sumber daya tersebut dikelola agar menghasilkan kualitas yang lebih baik.
“Dengan sumber daya dan alat yang sama, hasilnya bisa berbeda jika kualitas sumber daya manusia dan cara mengelolanya berbeda. Begitu pula dalam mendidik anak, diperlukan sentuhan yang tepat agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas,” ungkap Edy.
Ia juga mengingatkan bahwa pendekatan yang baik dalam mendidik peserta didik tidak selalu harus melalui teguran. Anak-anak, menurutnya, akan lebih mudah menerima arahan apabila diberikan pemahaman dengan cara yang baik. Karena itu, para guru diharapkan dapat mengoptimalkan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki untuk membimbing peserta didik secara bijaksana.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, tanpa mengesampingkan peran guru dalam membimbing, membentuk karakter, dan mengembangkan potensi peserta didik. Integrasi teknologi dan pendekatan pendidikan yang tepat diharapkan dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman. (sif)
