Samarinda (Humas) - Dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pemahaman guru terhadap pengembangan kurikulum modern, MTs Al-Wa’id Samarinda menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Praktek Penyusunan Modul Ajar Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta”, pada Senin (20/10).
Kegiatan yang berlangsung di
ruang pertemuan MTs Al-Wa’id ini dihadiri oleh 23 peserta, terdiri atas 17 guru
dan 6 mahasiswa PPL dari UINSI Samarinda. Dalam kesempatan ini yang menghadiri
ialah Hj. Siti Djulaikah, M.Pd. selaku narasumber, Imran, M.Pd. sebagai
pengawas madrasah, serta Waspudin, S.H.I. selaku Kepala MTs Al-Wa’id.
Dalam sambutannya, Kepala
Madrasah menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para
guru untuk memperdalam pemahaman tentang penyusunan modul ajar yang relevan
dengan kebutuhan peserta didik saat ini. “Kami ingin guru-guru di MTs Al-Wa’id
mampu merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi
juga berlandaskan nilai-nilai cinta, kepedulian, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Hj.
Siti Djulaikah, M.Pd. menjelaskan bahwa kurikulum berbasis cinta
merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pembelajaran penuh kasih,
empati, dan penghargaan terhadap potensi peserta didik. Dengan metode deep
learning, peserta didik diajak memahami materi secara mendalam, tidak hanya
menghafal, tetapi juga mampu mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata.
Pengawas madrasah, Imran, M.Pd.,
dalam arahannya menegaskan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang mampu
menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna. “Kurikulum dan
modul ajar bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sarana penting dalam
membentuk karakter, kompetensi, dan spiritualitas peserta didik. Melalui
kurikulum berbasis cinta, madrasah diharapkan dapat melahirkan generasi yang
berilmu, berakhlak, dan berempati,” tuturnya.
Suasana kegiatan berlangsung
interaktif dan penuh semangat. Para guru aktif berdiskusi, berbagi pengalaman,
dan mempraktikkan langsung penyusunan modul ajar yang sesuai dengan
karakteristik mata pelajaran masing-masing. Mahasiswa PPL turut berpartisipasi,
menjadikan kegiatan ini sarana kolaborasi dan pembelajaran bersama antara
tenaga pendidik dan calon guru.
Dengan terselenggaranya kegiatan
ini, diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan prinsip-prinsip deep
learning dan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran di
kelas, sehingga pendidikan di MTs Al-Wa’id semakin berkualitas dan relevan
dengan tantangan zaman. (DNA/foto:PP)
