Samarinda (Humas)- Kementerian
Agama Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam
meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini melalui kegiatan Implementasi
PAUD Holistik Integratif yang digelar khusus untuk guru-guru Raudhatul
Athfal (RA) se-Kaltim. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (24/09) dengan sistem
daring dan luring di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan
Timur, sehingga dapat menjangkau peserta dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd, para pengawas RA se-Kaltim, serta ratusan guru RA dari berbagai daerah. Hadir pula narasumber utama, Dr. Hj. Ity Rukiyah, M.Si., yang memberikan materi mendalam tentang pentingnya penerapan pendekatan holistik integratif dalam pendidikan anak usia dini. Selain itu, salah satu pengawas RA,Ibu Hj. Nina, S.Pd., M.Pd.I., juga turut hadir secara daring melalui Zoom Meeting sebagai bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kompetensi guru RA.
Tujuan utama kegiatan ini adalah
untuk memastikan tumbuh kembang anak usia dini berjalan secara optimal,
terarah, dan berkualitas. Pendekatan holistik integratif menekankan
bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berorientasi pada kemampuan
akademik atau kognitif, tetapi juga meliputi aspek kesehatan, gizi, pengasuhan,
perlindungan, serta pembentukan karakter. Dengan pendekatan ini, anak
diharapkan dapat berkembang secara seimbang, baik fisik, mental, maupun
spiritualnya.
Dalam pemaparannya, narasumber
menekankan pentingnya peran guru RA sebagai ujung tombak yang berhadapan
langsung dengan anak-anak setiap hari. Guru diharapkan mampu mengintegrasikan
berbagai layanan perkembangan anak ke dalam proses pembelajaran, serta menjalin
kolaborasi dengan orang tua, masyarakat, dan lembaga terkait. Dengan demikian,
pendidikan anak usia dini tidak berjalan parsial, melainkan menyeluruh sesuai
kebutuhan anak.
Kegiatan ini juga menjadi wadah
bagi guru dan pengawas RA untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta
menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Misalnya, terkait
keterbatasan sarana, metode pembelajaran yang sesuai, hingga pentingnya sinergi
antara lembaga pendidikan dengan orang tua siswa. Melalui forum ini, diharapkan
muncul solusi praktis yang dapat diterapkan di masing-masing lembaga RA.
Kehadiran Kepala Kanwil Kemenag
Kaltim dan dukungan pengawas RA, termasuk Hj. Nina yang aktif mengikuti
kegiatan secara daring, menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam
memperkuat mutu pendidikan anak usia dini. Dorongan kepada guru untuk terus
meningkatkan profesionalisme, berinovasi, dan mengedepankan nilai-nilai Islami
dalam mendidik anak-anak menjadi pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan
ini.
Dengan terlaksananya Implementasi
PAUD Holistik Integratif, diharapkan seluruh guru RA se-Kaltim semakin siap
melaksanakan pendidikan yang komprehensif, berkarakter, dan berlandaskan
nilai-nilai agama. Lebih jauh lagi, program ini diharapkan menjadi langkah
nyata dalam mewujudkan generasi Kaltim yang sehat, cerdas, mandiri, berakhlak
mulia, serta mampu bersaing di masa depan.(DNA/foto:PP)
