Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Penmad
  • 2023-05-25 07:38:04
  • 370

Samarinda (Humas) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaitah (KKMI) Kota Samarinda, menggelar workshop implementasi Kurikulum Merdeka bagi tenaga pendidik dan kependidikan MI Se Kota Samarinda selama 2 Hari pada Rabu - Kamis (24-24/05). Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda DR. H. Baequni, M.Pd.

Ketua KKMI, Tajuddin, M.Pd dalam laporannya menyampaikan, Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan yang luas terutama dalam menerapkan dan mengimplementasikan kurikulum merdeka.

Salah satu cara meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan, adalah dengan melaksanakan workshop ini, dengan menghadirkan narasumber yang juga fasilitator implementasi kurikulum merdeka “Kepada para peserta kami berpesan ikutilah kegiatan ini dengan baik agar nanti dalam penerapannya juga maksimal,” pungkas Tajuddin,

Workshop ini diikuti oleh 160 peserta, terdiri dari Kepala Madrasah Ibtidaiyah dan tenaga pendidik dan kependidikan se- Kota Samarinda

Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda DR. H. Baequni, M.Pd didampingi PLT Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Edy Sultomi, S.Ag, M.Ap. dalam Sambutannya Mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan workshop implementasi Kurikulum Merdeka bagi tenaga pendidik dan kependidikan MI Se Kota Samarinda yang digagas oleh KKMI Se Kota Samarinda.

Pendidikan haruslah mampu memanusiakan manusia (humanisasi) sebagai sesuatu yang mutlak dilakukan.  Humanisasi merupakan satu-satu pilihan dalam pendidikan karena hal ini sesuai dengan jalan fitrah kemanusiaan.

fitrah manusia sejati adalah menjadi pelaku atau subjek, bukan penderita atau objek. Manusia adalah penguasa bagi dirinya sendiri, merdeka dan menjadi bebas. “Pendidikan harus bersifat humanis, karena humanis merupakan satu satunya pilihan dalam pendidikan karena sesuai dengan jalan fitrah kemanusiaan”

Proses humanisasi dalam pendidikan, lanjut hanif,  harus bersifat dialektif melibatkan tiga unsur, pertama : Pengajar/ guru, kedua : Pelajar atau peserta didik, dan ketiga : realitas dunia.

“Pendidikan merupakan proses dialektik yang melibatkan tiga unsur, pengajar/ guru, murid dan dunia nyata. Pendidikan tidak bisa hanya satu arah, terdapat daya tawar antara guru dengan anak didiknya” jelas H. Baequni

Inilah yang akan menjadi dasar perlunya dilakukan workshop implementasi kurikulum merdeka ini. Para tenaga pendidik dan kependidikan harus memiliki pemahaman yang dalam tentang konsep merdeka belajar.

Sebelum mengakhiri sambutannya H. Baequni, menyampaikan pesan “Pendidikan tidak bisa mengubah dunia, tetapi pendidikan bisa merubah masyarakat, dan masyarakatkah yang akan merubah dunia,” kata H. Baequni (Han)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30