Samarinda (Humas) - Dalam upaya
meningkatkan kompetensi guru sekaligus melestarikan bahasa dan budaya daerah,
Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kota Samarinda menyelenggarakan
kegiatan In House Training (IHT) Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran
Budaya dan Basa Kutai (Revitalisasi Bahasa Ibu) bagi guru dan KKMI se-Kota
Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (22/1), bertempat di Aula
Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda.
Kegiatan IHT tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda, Drs. H. Nasrun, M.H. Dalam sambutannya, Kakankemenag menegaskan pentingnya peran guru madrasah dalam menjaga dan menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada peserta didik, khususnya melalui pembelajaran budaya dan bahasa daerah sebagai bagian dari penguatan karakter.
“Revitalisasi bahasa ibu,
termasuk Bahasa Kutai, merupakan tanggung jawab bersama. Madrasah memiliki
peran strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini,
sejalan dengan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan,” ujar Nasrun.
Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Samarinda, Edy Soltami,
S.Ag., M.AP, serta Pengawas Madrasah Ibtidaiyah H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd,
jajaran pengurus KKMI Kota Samarinda, para kepala madrasah, dan guru Madrasah
Ibtidaiyah se-Kota Samarinda.
Ketua KKMI Kota Samarinda
menyampaikan bahwa kegiatan IHT ini bertujuan untuk membekali guru dengan
pemahaman kebijakan serta strategi pembelajaran budaya dan Basa Kutai yang
kontekstual dan aplikatif di lingkungan madrasah. Hal ini diharapkan dapat mendukung
implementasi kebijakan pemerintah daerah terkait muatan lokal bahasa dan
budaya.
Materi IHT meliputi kebijakan
Pemerintah Kota Samarinda terkait pembelajaran budaya dan Basa Kutai, serta strategi
pembelajaran yang efektif dan inovatif agar mudah dipahami dan diterapkan oleh
peserta didik. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara
guru dan kepala madrasah, sebagai ruang berbagi pengalaman dan penguatan
praktik pembelajaran di madrasah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Kementerian
Agama Kota Samarinda bersama KKMI berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan
kualitas guru madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga
berperan aktif dalam pelestarian bahasa ibu dan budaya lokal sebagai bagian
dari identitas dan kekayaan bangsa.
Kegiatan ditutup dengan sesi
penutup dan ramah tamah, sekaligus memperkuat jejaring antar guru dan pemangku
kepentingan dalam pengembangan pembelajaran budaya dan Basa Kutai di madrasah. (sif/dna)
