Samarinda (Humas) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Samarinda menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berdasarkan KMA Nomor 1503 Tahun 2025 pada Senin (22/12). Kegiatan yang berlangsung di MTs Negeri Samarinda ini diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kompetensi pendidik di lingkungan madrasah.
Kegiatan IHT menghadirkan Ibu
Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi
implementasi pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta sesuai
kebijakan terbaru Kementerian Agama. Turut hadir dan mendampingi jalannya
kegiatan Bapak Imran, M.Pd., selaku Pengawas Manajerial MTs Negeri Samarinda,
yang memberikan penguatan dari sisi tata kelola dan peningkatan mutu
penyelenggaraan pendidikan madrasah.
Dalam pemaparannya, Siti
Djulaikah menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan
pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual secara utuh, bermakna, dan
kontekstual. Guru diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang mendorong
peserta didik untuk berpikir kritis, reflektif, serta mampu mengaitkan materi
pembelajaran dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum
Berbasis Cinta yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, toleransi, dan
moderasi beragama sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.
Ia juga menegaskan bahwa KMA
Nomor 1503 Tahun 2025 merupakan arah kebijakan strategis Kementerian Agama
dalam membangun pendidikan madrasah yang unggul secara akademik sekaligus kuat
dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Melalui Kurikulum Berbasis
Cinta, madrasah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman,
inklusif, dan menyenangkan.
Sementara itu, Pengawas
Manajerial MTs Negeri Samarinda, Imran, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan IHT
ini menjadi sarana penting dalam menyelaraskan kebijakan kurikulum dengan
praktik pembelajaran di kelas. Ia mendorong para guru untuk terus meningkatkan
kompetensi profesional, memperkuat perencanaan pembelajaran, serta mengimplementasikan
KBC secara konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan standar mutu madrasah.
Selain fokus pada kebijakan
kurikulum dan pedagogik, kegiatan IHT ini juga memberikan perhatian pada peningkatan
kompetensi guru dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial
Intelligence/AI). Guru dikenalkan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu
pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat ajar, pengembangan bahan ajar
digital, hingga evaluasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
Dalam kesempatan tersebut, Siti
Djulaikah menekankan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijak, etis,
dan bertanggung jawab. AI diposisikan sebagai alat pendukung yang dapat
meningkatkan kreativitas dan produktivitas guru, tanpa menghilangkan peran
utama pendidik sebagai pembimbing dan teladan bagi peserta didik.
Kepala MTs Negeri Samarinda
menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan IHT ini serta kehadiran
narasumber dan pengawas manajerial yang telah memberikan penguatan substantif.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, guru MTs Negeri Samarinda mampu mengimplementasikan
pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal, sekaligus
adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Dengan terselenggaranya IHT ini, MTs Negeri Samarinda menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama serta menghadirkan pendidikan madrasah yang bermutu, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman. (DNA/foto:PP)
