Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2025-12-22 16:27:32
  • 143

Samarinda (Humas) - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Samarinda menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) berdasarkan KMA Nomor 1503 Tahun 2025 pada Senin (22/12). Kegiatan yang berlangsung di MTs Negeri Samarinda ini diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan kompetensi pendidik di lingkungan madrasah.



Kegiatan IHT menghadirkan Ibu Siti Djulaikah, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber utama yang menyampaikan materi implementasi pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta sesuai kebijakan terbaru Kementerian Agama. Turut hadir dan mendampingi jalannya kegiatan Bapak Imran, M.Pd., selaku Pengawas Manajerial MTs Negeri Samarinda, yang memberikan penguatan dari sisi tata kelola dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan madrasah.

Dalam pemaparannya, Siti Djulaikah menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual secara utuh, bermakna, dan kontekstual. Guru diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, reflektif, serta mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata. Pendekatan ini sejalan dengan Kurikulum Berbasis Cinta yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan, empati, toleransi, dan moderasi beragama sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran.

Ia juga menegaskan bahwa KMA Nomor 1503 Tahun 2025 merupakan arah kebijakan strategis Kementerian Agama dalam membangun pendidikan madrasah yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan.

Sementara itu, Pengawas Manajerial MTs Negeri Samarinda, Imran, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan IHT ini menjadi sarana penting dalam menyelaraskan kebijakan kurikulum dengan praktik pembelajaran di kelas. Ia mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, memperkuat perencanaan pembelajaran, serta mengimplementasikan KBC secara konsisten dan berkelanjutan sesuai dengan standar mutu madrasah.

Selain fokus pada kebijakan kurikulum dan pedagogik, kegiatan IHT ini juga memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi guru dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Guru dikenalkan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu pembelajaran, mulai dari penyusunan perangkat ajar, pengembangan bahan ajar digital, hingga evaluasi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Dalam kesempatan tersebut, Siti Djulaikah menekankan bahwa pemanfaatan AI harus dilakukan secara bijak, etis, dan bertanggung jawab. AI diposisikan sebagai alat pendukung yang dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas guru, tanpa menghilangkan peran utama pendidik sebagai pembimbing dan teladan bagi peserta didik.

Kepala MTs Negeri Samarinda menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan IHT ini serta kehadiran narasumber dan pengawas manajerial yang telah memberikan penguatan substantif. Diharapkan, melalui kegiatan ini, guru MTs Negeri Samarinda mampu mengimplementasikan pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.

Dengan terselenggaranya IHT ini, MTs Negeri Samarinda menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan Kementerian Agama serta menghadirkan pendidikan madrasah yang bermutu, berkarakter, dan relevan dengan tantangan zaman. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30