Samarinda (Humas) – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalitas tenaga pendidik, Madrasah Aliyah (MA) Al Mujahidin Samarinda menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) dengan tema “Praktik Penyusunan Modul Ajar Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta” pada Rabu (12/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk memperkuat kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan tuntutan zaman.
Kegiatan yang berlangsung di
lingkungan MA Al Mujahidin Samarinda ini dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah
(Penmad) Kementerian Agama Kota Samarinda Edy Soltami, S.Ag., M.AP., Pengawas
Manajerial Imran, M.Pd., narasumber Siti Djulaikah, M.Pd., Kepala Madrasah Nor
Ainun HS, S.Pd., M.Pd., serta diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari guru
dan staf MA Al Mujahidin Samarinda. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan
sinergi antara lembaga, pengawas, dan tenaga pendidik dalam membangun kualitas
pendidikan madrasah yang unggul dan berkarakter.
Acara diawali dengan sambutan
dari Kepala Madrasah Nor Ainun HS, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi
kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan
kegiatan ini. Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan
seperti IHT menjadi langkah strategis dalam memajukan madrasah menuju arah yang
lebih baik dan adaptif terhadap perkembangan kurikulum.
Kasi Penmad memberikan pengarahan
mengenai pentingnya pembelajaran yang berlandaskan pada nilai-nilai cinta dan
karakter. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, guru diharapkan dapat
mengintegrasikan pendekatan kasih sayang dan keteladanan dalam proses pembelajaran.
Hal ini diyakini mampu menumbuhkan semangat belajar yang positif serta
membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, dan berempati terhadap
sesama.
Setelah acara dibuka secara resmi
oleh Kasi Penmad, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber Siti
Djulaikah, M.Pd., yang menjelaskan secara rinci konsep deep learning dan
implementasinya dalam penyusunan modul ajar. Guru-guru dibimbing untuk
menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menekankan hasil, tetapi juga
mengasah kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan kreatif peserta didik.
Dalam sesi praktik, peserta IHT
berkesempatan untuk menyusun modul ajar berbasis Kurikulum Cinta dengan
pendampingan langsung dari narasumber. Kegiatan berlangsung dengan penuh
antusiasme, di mana guru dan staf madrasah saling bertukar gagasan serta berdiskusi
mengenai penerapan nilai-nilai karakter dalam setiap mata pelajaran.
Menjelang akhir kegiatan,
dilakukan refleksi dan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai bentuk komitmen
agar hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di
kelas. Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta bertekad menjadikan MA Al
Mujahidin Samarinda sebagai madrasah yang unggul dalam prestasi, berkarakter
islami, dan berlandaskan kasih sayang.
Kegiatan In House Training
ini menjadi bukti nyata kesungguhan MA Al Mujahidin Samarinda dalam
menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan bermakna. Melalui penerapan deep
learning dan Kurikulum Berbasis Cinta, diharapkan madrasah dapat terus
mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian
tinggi terhadap sesama dan lingkungannya. (DNA)
