Samarinda (Humas) - Suasana haru, bangga, dan penuh kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan kegiatan Hubbul Qur’an & Wisuda Mengaji Angkatan XII TK Islam Bunayya yang digelar pada Sabtu (16/5), bertempat di Jalan Padat Karya, Gang Pelangi, Sempaja Utara. Kegiatan yang mengusung tema “Anak Sholeh Cinta Al-Qur’an” ini menjadi momentum istimewa bagi para siswa, guru, dan orang tua dalam merayakan capaian pembelajaran Al-Qur’an sejak usia dini. Sebanyak 45 siswa diwisuda dari total 55 siswa TK Islam Bunayya, menandai keberhasilan mereka dalam menempuh proses pembelajaran menggunakan Metode Ummi.
Acara ini turut dihadiri oleh
berbagai tokoh penting, di antaranya Kasi PAI H. Mustofa Nuri, S.Hi., M.Pd,
Pengawas PAI Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd, Ketua Yayasan Dakwah & Pendidikan
Nurul Haq Ustad H. Husni Muttaqin, jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah di
bawah naungan yayasan, pengurus serta trainer Ummi cabang Samarinda, dan
tentunya para orang tua siswa yang dengan penuh antusias menyaksikan momen
berharga tersebut.
Pada sesi pertama, kegiatan
dipandu oleh Yudi Faisal selaku Trainer Metode Ummi cabang Samarinda. Dalam
penyampaiannya, ia menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan bekal utama bagi
anak-anak dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Melalui program
Ummi Foundation, pembelajaran Al-Qur’an di TK Islam Bunayya dirancang secara
sistematis, terukur, dan berkesinambungan agar mampu membentuk generasi yang
tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mencintai Al-Qur’an.
Sebagai bagian dari sesi ini,
para siswa/i menampilkan kemampuan terbaik mereka melalui uji kompetensi
membaca Al-Qur’an sesuai jilid yang telah dipelajari, mulai dari jilid dasar
hingga jilid lanjutan. Selain itu, mereka juga memperlihatkan hafalan surah
pendek, doa-doa harian, serta hadits pilihan seperti hadits tentang menuntut
ilmu dan larangan marah. Dari hasil pembelajaran tersebut, tercatat sebanyak 9
siswa telah melampaui target capaian tingkat TK dengan berhasil menyelesaikan
hingga jilid 6, sementara standar kelulusan berada pada jilid 3, di mana siswa
telah mampu membaca Al-Qur’an secara tartil dengan memahami hukum panjang
pendek (mad).
Menariknya, dalam sesi ini para
orang tua dan undangan juga diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung
dengan siswa/i melalui tanya jawab serta menguji kemampuan membaca dan hafalan
mereka. Hal ini menjadi bukti nyata kualitas pembelajaran yang diterapkan
sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan haru bagi para orang tua.
Puncak haru terjadi ketika
seluruh siswa/i maju menghampiri orang tua mereka untuk memohon ridha dan doa.
Dengan penuh ketulusan, anak-anak memeluk dan meminta restu agar senantiasa
menjadi anak yang sholeh dan sholehah, serta istiqomah dalam mencintai dan
mempelajari Al-Qur’an. Momen ini menjadi refleksi mendalam akan peran besar
orang tua dan guru dalam membimbing anak-anak sebagai amanah yang diibaratkan
seperti “kertas putih” yang harus diwarnai dengan nilai-nilai kebaikan, kasih
sayang, dan pendidikan yang tepat.
Memasuki sesi kedua, dilakukan
penyerahan sertifikat Metode Ummi kepada siswa/i Angkatan XII sebagai bentuk
penghargaan atas usaha dan ketekunan mereka dalam belajar Al-Qur’an. Sementara
pada sesi ketiga, penghargaan bagi siswa berprestasi tiga besar diberikan
secara langsung oleh Kasi PAI, H. Mustofa Nuri, S.Hi., M.Pd, sebagai bentuk
motivasi agar siswa terus meningkatkan prestasi mereka di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Ketua Forum
Ayah Bunda TK Bunayya menyampaikan bahwa kemampuan anak-anak dalam membaca dan
menghafal Al-Qur’an merupakan hadiah terindah bagi orang tua. Ia menegaskan
bahwa hal tersebut bukan hanya kebanggaan duniawi, tetapi juga menjadi sumber
keberkahan dan investasi akhirat bagi keluarga.
Kepala TK Islam Bunayya, Quinta
Rosevina Saleh, S.E., S.Pd.Gr, turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga
kepada seluruh siswa/i yang telah diwisuda. Ia secara khusus memberikan
penghargaan kepada 9 siswa yang telah melampaui target pembelajaran. Dalam
pesannya, beliau berharap agar Al-Qur’an senantiasa menjadi sahabat dalam
kehidupan anak-anak, yang mampu memberikan ketenangan hati serta menjadi
pedoman dalam setiap langkah mereka.
Sementara itu, Ketua Yayasan
Dakwah & Pendidikan Nurul Haq, Ustad H. Husni Muttaqin, dalam sambutannya
menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan utama di rumah. Ia
mengingatkan agar orang tua senantiasa membangun pembiasaan baik, meluangkan
waktu untuk memberikan nasihat, serta memberikan perhatian dan penghargaan
kepada anak. Di sisi lain, beliau juga menegaskan pentingnya pemberian
pembinaan atau sanksi yang mendidik apabila anak melakukan kesalahan, sebagai
bagian dari proses pembentukan karakter.
Dalam arahannya, Kasi PAI H.
Mustofa Nuri, S.Hi., M.Pd menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki
keutamaan yang luar biasa, salah satunya sebagai pemberi syafaat di akhirat
kelak. Ia juga mengungkapkan bahwa amalan anak yang membaca Al-Qur’an dapat memberikan
manfaat bagi orang tua, bahkan dalam kondisi tertentu dapat meringankan beban
mereka di akhirat. Pada kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi yang
tinggi kepada para ustadz dan ustadzah yang dengan penuh kesabaran dan dedikasi
membimbing siswa/i di usia dini, serta kepada para orang tua yang telah
berperan aktif dalam mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.
Kegiatan ini juga merupakan
bagian dari implementasi program Ummi Foundation di TK Islam Bunayya, yang
telah terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an secara
signifikan. Dari sekitar 31 siswa yang mengikuti ujian akhir Metode Ummi, hasil
yang dicapai menunjukkan keberhasilan dalam menanamkan kecintaan terhadap
Al-Qur’an sejak dini.
Sebagai penutup, kegiatan
diakhiri dengan doa bersama yang penuh khidmat, dilanjutkan dengan penampilan
hiburan tari dari siswa/i yang menambah semarak suasana. Kegiatan ini tidak
hanya menjadi ajang wisuda semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan
antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun generasi Qur’ani yang
berakhlak mulia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.(DNA/foto:PP)
