Samarinda - (Humas) . Sebanyak 30 santri dari Lembaga
Pendidikan Al-Qur’an Al-Ghazali dan Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 mengikuti Haflatul
Qur’an yang diselenggarakan pada Minggu, 20 Juli 2025, bertempat di Gedung PPT
MAN 2 Samarinda, Jl. Harmonika.
Acara ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Imam Sanusi, S.H.I.,
M.H serta Kasi PD Pontren Kemenag Kota Samarinda, H. Ridla, S.H.I., M.H. Dalam
sambutannya, Ketua Yayasan menyampaikan bahwa wisuda ini bukan sekadar seremoni
atau ajang pamer, melainkan bentuk “tahadduts bin ni’mah” — menyampaikan nikmat
dari Allah SWT sebagai motivasi dan inspirasi bagi anak-anak lain.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada para wali
santri atas kepercayaan yang diberikan kepada yayasan. Ini adalah amanah besar
yang akan terus kami jaga," ujar Imam Sanusi.
Saat ini, Yayasan Al-Ghazali telah menaungi beberapa lembaga
pendidikan, yakni Lembaga Pendidikan Al-Qur’an, Madrasah Diniyah, dan Madrasah
Tsanawiyah. Ke depannya, yayasan berkomitmen untuk mengembangkan unit
pendidikan baru berupa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Raudhatul Athfal (RA) guna
memperluas akses pendidikan Islam sejak usia dini.
Sementara itu, Kasi PD Pontren Kemenag Kota Samarinda, H.
Ridla, S.H.I., M.H, turut memberikan apresiasi terhadap capaian para santri.
"Bapak ibu, bersyukurlah... anak-anak kita sudah
pandai membaca Al-Qur’an, bahkan ada yang sudah khatam Juz 30. Dalam kehidupan,
dan bahkan setelah meninggal nanti, siapa lagi yang bisa kita harapkan selain
doa dari anak-anak kita?”
Beliau juga mengapresiasi Yayasan Al-Ghazali yang dinilai
aktif mendukung berbagai program nasional, seperti kegiatan Hari Santri, Penanaman
Pohon, serta pembinaan keagamaan lainnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, foto bersama wisudawan,
dan harapan agar semangat menghafal Al-Qur’an terus tertanam di hati generasi
muda Samarinda. (rey/foto:fhm)
