Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

blog
  • Super User
  • Pengawas
  • 2025-12-13 16:24:04
  • 106

Samarinda (Humas) - Dalam rangka pengembangan instrumen penilaian pendidikan agama yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Reviewer Instrumen Disertasi Pengembangan Instrumen Penilaian High Values Religius Islam bagi Siswa SMK pada Sabtu (13/12), bertempat di SMKN 2 Samarinda.



Kegiatan FGD ini dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan validasi instrumen disertasi yang disusun oleh Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI), Muhammad Taufik, S.Ag., M.Pd. FGD bertujuan untuk memperoleh masukan akademik dan praktis dari para ahli dan praktisi pendidikan dalam rangka memastikan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki tingkat validitas, reliabilitas, dan kepraktisan yang memadai sebelum digunakan dalam penelitian lapangan.

FGD ini melibatkan Tim Validasi Instrumen Disertasi yang terdiri atas unsur akademisi dan praktisi pendidikan, yaitu Dr. Sugeng dan Dr. Eko Nursalim selaku dosen Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd selaku Pengawas Pendidikan Agama Islam, Fauzi, M.Pd selaku Kepala SMKN 2 Samarinda, serta Suharman, M.Pd, GPAI SMKN 15 Samarinda. Kehadiran para validator ini diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif, baik secara teoritis maupun implementatif di lapangan.

Dalam FGD tersebut, seluruh praktisi dan validator membahas secara mendalam validasi instrumen penilaian yang akan digunakan untuk meneliti dan mengukur High Values Religius Islam pada siswa SMK. Instrumen yang dikembangkan mencakup beberapa aspek utama, yaitu keimanan dan ketauhidan, ibadah dan penghambaan, akhlak mulia, moderasi dan toleransi beragama, serta tanggung jawab sosial dan etos kerja religius. Aspek-aspek tersebut dipandang sebagai nilai fundamental yang perlu dimiliki oleh siswa SMK sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.

Secara konseptual, pengembangan instrumen ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan abad ke-21 yang tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan vokasi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur keagamaan. Bagi siswa SMK yang akan segera memasuki dunia kerja, kompetensi teknis perlu diimbangi dengan integritas moral, etika profesi, serta nilai-nilai religius yang terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari.

Selain itu, Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai religius Islam sebagai fondasi sikap, perilaku, dan pengambilan keputusan siswa, baik dalam kehidupan personal maupun profesional. Namun demikian, instrumen penilaian PAI yang selama ini digunakan dinilai masih cenderung berfokus pada aspek kognitif dan penilaian sikap secara umum, sehingga diperlukan instrumen khusus yang mampu mengukur internalisasi nilai-nilai religius secara lebih mendalam dan kontekstual.

Kekhasan lingkungan pendidikan SMK juga menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan instrumen ini. Implementasi nilai-nilai religius Islam pada siswa SMK perlu dikaitkan secara langsung dengan etos kerja, tanggung jawab profesional, kedisiplinan, dan moderasi dalam beragama. Oleh karena itu, instrumen penilaian yang dikembangkan harus relevan dengan karakteristik peserta didik SMK dan kebutuhan dunia kerja.

Tujuan utama dari disertasi ini adalah menghasilkan produk instrumen penilaian High Values Religius Islam yang dapat digunakan secara efektif di SMK. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual dimensi dan indikator nilai religius Islam yang relevan bagi siswa SMK, menghasilkan instrumen penilaian yang valid, reliabel, dan praktis, serta menguji kelayakan dan efektivitas instrumen tersebut di lingkungan pendidikan kejuruan.

Secara lebih spesifik, tujuan penelitian meliputi analisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian High Values Religius Islam bagi siswa SMK, perancangan prototipe instrumen berdasarkan kerangka konseptual yang telah ditetapkan, proses validasi oleh para ahli dan praktisi, uji coba instrumen secara terbatas dan luas, hingga menghasilkan instrumen penilaian akhir yang siap digunakan beserta panduan implementasinya.

Melalui pelaksanaan FGD ini, diharapkan instrumen yang dikembangkan benar-benar mampu menjadi alat ukur yang komprehensif dalam menilai internalisasi nilai-nilai religius Islam pada siswa SMK. Selain mendukung penyelesaian disertasi, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan evaluasi Pendidikan Agama Islam dan penguatan pendidikan karakter di SMK. (DNA/foto:PP)

  • Tags:

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30