Samarinda (Humas) - Dalam rangka pengembangan instrumen penilaian pendidikan agama yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Reviewer Instrumen Disertasi Pengembangan Instrumen Penilaian High Values Religius Islam bagi Siswa SMK pada Sabtu (13/12), bertempat di SMKN 2 Samarinda.
Kegiatan FGD ini dilaksanakan
sebagai bagian dari tahapan validasi instrumen disertasi yang disusun oleh Guru
Pendidikan Agama Islam (GPAI), Muhammad Taufik, S.Ag., M.Pd. FGD bertujuan
untuk memperoleh masukan akademik dan praktis dari para ahli dan praktisi
pendidikan dalam rangka memastikan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki
tingkat validitas, reliabilitas, dan kepraktisan yang memadai sebelum digunakan
dalam penelitian lapangan.
FGD ini melibatkan Tim Validasi
Instrumen Disertasi yang terdiri atas unsur akademisi dan praktisi pendidikan,
yaitu Dr. Sugeng dan Dr. Eko Nursalim selaku dosen Universitas Islam Negeri
Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd selaku
Pengawas Pendidikan Agama Islam, Fauzi, M.Pd selaku Kepala SMKN 2 Samarinda,
serta Suharman, M.Pd, GPAI SMKN 15 Samarinda. Kehadiran para validator ini
diharapkan dapat memberikan perspektif yang komprehensif, baik secara teoritis
maupun implementatif di lapangan.
Dalam FGD tersebut, seluruh
praktisi dan validator membahas secara mendalam validasi instrumen penilaian
yang akan digunakan untuk meneliti dan mengukur High Values Religius Islam pada
siswa SMK. Instrumen yang dikembangkan mencakup beberapa aspek utama, yaitu keimanan
dan ketauhidan, ibadah dan penghambaan, akhlak mulia, moderasi dan toleransi
beragama, serta tanggung jawab sosial dan etos kerja religius. Aspek-aspek
tersebut dipandang sebagai nilai fundamental yang perlu dimiliki oleh siswa SMK
sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
Secara konseptual, pengembangan
instrumen ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan abad ke-21 yang tidak
hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan vokasi, tetapi
juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur keagamaan. Bagi siswa SMK
yang akan segera memasuki dunia kerja, kompetensi teknis perlu diimbangi dengan
integritas moral, etika profesi, serta nilai-nilai religius yang
terinternalisasi dalam perilaku sehari-hari.
Selain itu, Pendidikan Agama
Islam (PAI) di SMK memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai
religius Islam sebagai fondasi sikap, perilaku, dan pengambilan keputusan
siswa, baik dalam kehidupan personal maupun profesional. Namun demikian,
instrumen penilaian PAI yang selama ini digunakan dinilai masih cenderung
berfokus pada aspek kognitif dan penilaian sikap secara umum, sehingga
diperlukan instrumen khusus yang mampu mengukur internalisasi nilai-nilai
religius secara lebih mendalam dan kontekstual.
Kekhasan lingkungan pendidikan
SMK juga menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan instrumen ini.
Implementasi nilai-nilai religius Islam pada siswa SMK perlu dikaitkan secara
langsung dengan etos kerja, tanggung jawab profesional, kedisiplinan, dan
moderasi dalam beragama. Oleh karena itu, instrumen penilaian yang dikembangkan
harus relevan dengan karakteristik peserta didik SMK dan kebutuhan dunia kerja.
Tujuan utama dari disertasi ini
adalah menghasilkan produk instrumen penilaian High Values Religius Islam yang
dapat digunakan secara efektif di SMK. Secara umum, penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan model konseptual dimensi dan indikator nilai religius Islam
yang relevan bagi siswa SMK, menghasilkan instrumen penilaian yang valid,
reliabel, dan praktis, serta menguji kelayakan dan efektivitas instrumen
tersebut di lingkungan pendidikan kejuruan.
Secara lebih spesifik, tujuan
penelitian meliputi analisis kebutuhan pengembangan instrumen penilaian High
Values Religius Islam bagi siswa SMK, perancangan prototipe instrumen
berdasarkan kerangka konseptual yang telah ditetapkan, proses validasi oleh para
ahli dan praktisi, uji coba instrumen secara terbatas dan luas, hingga
menghasilkan instrumen penilaian akhir yang siap digunakan beserta panduan
implementasinya.
Melalui pelaksanaan FGD ini,
diharapkan instrumen yang dikembangkan benar-benar mampu menjadi alat ukur yang
komprehensif dalam menilai internalisasi nilai-nilai religius Islam pada siswa
SMK. Selain mendukung penyelesaian disertasi, hasil penelitian ini juga
diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan evaluasi
Pendidikan Agama Islam dan penguatan pendidikan karakter di SMK. (DNA/foto:PP)
