Samarinda (Humas ) DPRD Kota
Samarinda menggelar Rapat Hearing/Dengar Pendapat terkait
Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Satuan Pendidikan Aman Bencana. Rapat digelar di Ruang Utama
DPRD Kota
Samarinda pada Senin (6 /11).
Hearing ini dihadiri perwakilan sejumlah Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) terkait seperti Kepala
Kantor Kemenag Kota Samarinda, Dinas Pendidikan dan Budaya, Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota
Samarinda.
Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda Dr. H.
Baequni, M.Pd dalam pemaparannya menyampaikan Raperda ini penting sebagai
landasan penanganan bencana di Kota Samarinda. Apalagi, Samarinda rawan bencana
alam seperti banjir, longsor, dan
kebakaran. “Saat ini di Kota Samarinda memiliki tiga kewaspadaan pertama adalah
longsor, kedua banjir, ketiga kebakaran,”.
Raperda ini diharapkan sesegera mungkin dapat
diselesaikan DPRD Samarinda. Dengan pengaturan yang jelas dalam Raperda,
pengelolaan bencana di satuan pendidikan Samarinda dapat lebih terencana dan
sistematis.
Sehingga, pendidikan tetap dapat
terselenggara dengan baik meski menghadapi ancaman bencana alam. Tentunya, hal
ini akan memberi rasa aman bagi peserta didik, orangtua, dan masyarakat Kota
Samarinda
Anggota DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar,
menjelaskan, Raperda ini nantinya akan memetakan sekolah / Madrasah yang
berpotensi menjadi lokasi bencana melalui aplikasi dari BPBD Kota Samarinda. Pemetaan penting agar
penanganan bencana di sekolah-sekolah dapat dipersiapkan sedini mungkin.
“Kita akan petakan sekolah yang rawan bencana
lewat aplikasi BPBD. Ini memudahkan dalam penyusunan Raperda,”.
Deni berharap masukan dari OPD dan masyarakat
dalam hearing ini dapat menjadi pertimbangan DPRD dalam merampungkan Raperda
Satuan Pendidikan Aman Bencana. Raperda yang matang dan aplikatif dinilai
penting sebagai acuan penyelenggaraan pendidikan yang aman dan tangguh bencana.
“Kami minta masukan dari OPD dan masyarakat
agar Raperda ini bisa menjadi rujukan kuat tentang pendidikan aman bencana di
Kota Samarinda,” (Han)
