Samarinda (Humas) – Kepedulian
terhadap kondisi lingkungan sekaligus penguatan karakter religius terus
ditanamkan melalui berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan satuan pendidikan
di SMKN 18 Samarinda, Selasa (15/9/2026), yang berlangsung dengan melibatkan
peserta didik dari berbagai latar belakang agama.
Kegiatan diikuti sekitar 542
siswa kelas X dan XI, yang beragama Islam dengan melaksanakan Shalat Istisqa
secara bersama-sama dan penuh kekhidmatan. Ibadah tersebut menjadi salah satu
bentuk ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT di tengah
kondisi cuaca yang masih kering.
Selain peserta didik beragama Islam, peserta didik dari agama lain juga turut dilibatkan dalam rangkaian kegiatan dengan melaksanakan doa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Pelaksanaan doa tersebut dipimpin dan dibimbing oleh guru mata pelajaran agama masing-masing, sehingga setiap peserta didik tetap dapat menjalankan ajaran agamanya dengan tetap menghormati keberagaman yang ada di lingkungan sekolah.
Pelibatan peserta didik dari
berbagai agama dalam kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu bentuk
penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Setiap kegiatan keagamaan
yang dilaksanakan memberikan ruang bagi peserta didik untuk menjalankan keyakinannya
masing-masing dengan bimbingan guru agama, sekaligus menumbuhkan sikap saling
menghargai dan menghormati perbedaan.
Kepala SMKN 18 Samarinda,
Celiyani, S.Pd., M.H., turut mendukung pelaksanaan kegiatan yang mengedepankan
kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman agama di lingkungan sekolah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan keagamaan dapat
berjalan beriringan dengan nilai toleransi serta saling menghargai.
Sementara itu, siswa kelas XII
tidak mengikuti kegiatan di sekolah karena sedang melaksanakan Praktik Kerja
Lapangan (PKL) di berbagai tempat sesuai dengan program pembelajaran yang
dijalankan.
Pelaksanaan kegiatan keagamaan
tersebut dipantau langsung oleh Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat
SMA/SMK, Baqi Nurul Hakkurahmy, M.Pd. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari
tugas pembinaan dan monitoring terhadap pelaksanaan pendidikan agama Islam
serta kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah.
Kegiatan Shalat Istisqa tidak
hanya menjadi momentum pelaksanaan ibadah dan doa bersama, tetapi juga menjadi
sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami nilai-nilai keagamaan
dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak meningkatkan
ketakwaan, memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus belajar
menghargai perbedaan keyakinan yang ada di sekitarnya.
Keterlibatan peserta didik
dari berbagai agama dalam kegiatan keagamaan di SMKN 18 Samarinda menunjukkan
bahwa semangat moderasi beragama dapat diwujudkan melalui praktik nyata di
lingkungan sekolah. Setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk menjalankan
keyakinannya masing-masing, sementara kebersamaan, toleransi, dan saling
menghormati tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sekolah.
Pemantauan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan di satuan pendidikan menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai pendidikan agama dan moderasi beragama terus diterapkan. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga hadir melalui praktik keagamaan yang membentuk sikap, kepedulian, toleransi, dan karakter positif peserta didik. (dna/foto:pp)
