Samarinda (Humas) - Dinas
Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Pendampingan
Gerakan Peduli Lingkungan Hidup dalam Bentuk Seleksi Administrasi Calon Sekolah
Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2025 pada tanggal 22 hingga 24 Juli
2025 bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur,
Samarinda.
Kegiatan ini bertujuan untuk
menyeleksi sekolah-sekolah di Kalimantan Timur yang diajukan sebagai calon
penerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri. Program Adiwiyata
merupakan program nasional yang bertujuan mendorong terciptanya sekolah yang
peduli dan berbudaya lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Pada kegiatan ini, dilakukan
penilaian administrasi terhadap 62 sekolah calon Sekolah Adiwiyata Nasional
serta 39 sekolah calon Sekolah Adiwiyata Mandiri. Penilaian dilaksanakan secara
menyeluruh berdasarkan dokumen yang diajukan oleh masing-masing sekolah melalui
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota.
Proses pendampingan dan penilaian
dilakukan oleh Tim Penilai Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Timur yang
terdiri atas para ahli dan praktisi di bidang lingkungan hidup dan pendidikan,
yakni Dr. Atik Sulistyowati, M.Pd, Nurul Puspita Palupi, SP, M.Si, Rahmawati,
S.Pd, M.Kim, Basri, S.Pd, M.Si, dan Drs. H. Hasmidi J, M.Pd. Tim ini didukung
oleh jajaran dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur.
Selain itu, kegiatan ini turut
dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur yang berperan dalam
mendampingi serta memantau kelengkapan dokumen administrasi dari
sekolah-sekolah yang diusulkan di wilayah masing-masing.
Melalui kegiatan pendampingan
ini, DLH Provinsi Kalimantan Timur berharap dapat memperkuat kualitas
pengusulan sekolah Adiwiyata dari daerah, serta memastikan bahwa proses seleksi
berjalan secara objektif dan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Diharapkan pula, melalui
partisipasi aktif semua pihak, program Adiwiyata dapat terus berkembang dan
mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, serta mendukung
terciptanya generasi yang peduli terhadap lingkungan hidup. (DNA/foto:PP)
