Samarinda (Humas) – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama Kota Samarinda, Dr. H. Ikhwan Saputera, S.Kom., M.Sos, memberikan materi pada kegiatan Bimbingan Mental Sosial dan Spiritual bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Tuna Sosial se-Kota Samarinda yang diselenggarakan di Kantor Dinas Sosial Kota Samarinda, Selasa (26/8).
Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan pentingnya memahami fitrah manusia sebagai makhluk yang suci, mulia, dan dilahirkan dalam keadaan bersih. Menurutnya, kondisi sosial maupun permasalahan hidup yang dialami seseorang tidak serta-merta mengurangi kemuliaan fitrah tersebut.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan pesan mendalam terkait cara menghadapi persoalan hidup. "Kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi pada kita, seperti kemiskinan atau keterpurukan, tetapi kita bisa mengontrol respons dan persepsi kita terhadapnya. Masalah adalah ujian (ibtilā’), bukan hukuman atau kutukan," ujarnya.
Kegiatan ini juga mengajak para peserta untuk memahami makna tawakal yang benar. Tawakal bukanlah sikap pasrah menunggu tanpa usaha, melainkan bekerja secara maksimal disertai penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Dengan pemahaman ini, diharapkan para peserta dapat membangun semangat baru dalam menghadapi permasalahan hidup yang mereka alami.
Melalui pembinaan mental dan spiritual ini, Dinas Sosial bersama Kemenag Kota Samarinda berupaya memberikan pendampingan sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat, khususnya penyandang masalah kesejahteraan sosial, agar lebih berdaya dan optimis dalam menjalani kehidupan. (sif)
