Samarinda (Humas) - Suara derap langkah dan yel-yel penuh semangat menggema di kawasan Bumi Perkemahan Bukit Ceria, Kelurahan Selili, Kecamatan Sambutan, Sabtu (01/11) pagi. Perkemahan Akbar Jilid 2 Gudep Sultan Alimuddin MIN 2 Samarinda Tahun 2025, sebuah momen yang telah lama dinantikan oleh para siswa dan pembina Pramuka MIN 2 Samarinda.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga
hari, Jumat, Sabtu, dan Minggu (31 Oktober hingga 2 November 2025 )dalam
rangkaian Perjumsami (Perkemahan Jumat, Sabtu, Minggu) ini diikuti oleh 168
peserta. Mereka terdiri atas 79 peserta putra dan 89 peserta putri, terbagi
dalam 13 regu putra dan 13 regu putri. Sejak pagi, wajah-wajah antusias para
peserta tampak berseri. Tenda-tenda berdiri rapi di lapangan, bendera-bendera
regu berkibar, dan aroma persaudaraan terasa di setiap sudut perkemahan.
Upacara pembukaan berlangsung
dengan khidmat. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kota
Samarinda, Bapak Edy Soltami, S.Ag., M.AP, hadir sebagai Pembina Upacara,
didampingi oleh Pengawas Madrasah Ibtidaiyah, H. Syafrudin, S.Pd.I., M.Pd, Mabigus
MIN 2 Samarinda, Tajudin, S.Pd.I., M.Pd, Camat Sambutan, Lurah Selili, Lurah
Sungai Kapih, serta para Mabigus dan Pembina Gudep Sultan Alimuddin dari
berbagai madrasah dan sekolah di Samarinda. Kehadiran para tokoh tersebut
menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya madrasah dalam menanamkan
nilai-nilai karakter dan kepemimpinan kepada generasi muda.
Dalam amanatnya, Ka Edy Soltami
menyampaikan pesan mendalam kepada para peserta tentang pentingnya kegiatan
kepramukaan dalam membentuk pribadi tangguh, berkarakter, dan siap menjadi
pemimpin di masa depan.
“Kegiatan Pramuka tidak sekadar
berkemah di alam terbuka, tetapi merupakan proses pembelajaran kehidupan. Di
sinilah kalian belajar untuk disiplin, mandiri, bertanggung jawab, dan saling
menghormati. Pramuka membentuk jiwa pemimpin artinya siap memimpin dan siap
dipimpin,” ujarnya dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari
peserta.
Selepas upacara, kegiatan
berlanjut dengan penuh keceriaan. Anak-anak tampak sibuk menata peralatan,
menyusun yel-yel regu, hingga mengikuti berbagai lomba ketangkasan dan
permainan edukatif. Di bawah bimbingan kakak-kakak pembina, mereka belajar
bekerja sama, menjaga kebersihan tenda, serta berbagi tugas dengan teman satu
regu. Meski terik matahari kadang terasa menyengat, semangat mereka tidak
pernah surut.
Bagi para peserta, perkemahan
bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi momen berharga untuk belajar arti
kemandirian. Mereka belajar menyiapkan makanan, menjaga kebersihan lingkungan,
menghormati pembina, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri
maupun kelompok.
Dukungan dari pihak Camat
Sambutan, Lurah Selili, dan Lurah Sungai Kapih juga menjadi bentuk sinergi
nyata antara madrasah dan pemerintah daerah dalam memperkuat pendidikan
karakter berbasis kepramukaan di Samarinda.
Kegiatan Perkemahan Akbar Jilid 2
Gudep Sultan Alimuddin MIN 2 Samarinda ini menjadi ruang bagi generasi muda
madrasah untuk menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, kebersamaan, cinta tanah
air, dan kepemimpinan. Sebuah langkah kecil, namun bermakna besar, dalam
menyiapkan generasi Pramuka madrasah yang tangguh, berakhlak, dan siap menjadi
pemimpin masa depan bangsa. (DNA/foto:PP)
