Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

  • H. Mugni Al Hakim, M.Sos – Penyuluh Agama Ahli Pertama
  • 2025-11-18 09:09:19
  • 320

Pendidikan Berbasis Hati: Dimensi Tasawuf dalam Profesionalisme Guru Era Gen Alpha

Generasi Alpha adalah generasi yang lahir sejak tahun 2010 hingga sekarang. Mereka tumbuh dalam dunia yang sepenuhnya digital, terbiasa dengan teknologi sejak bayi dan memiliki karakter yang cepat belajar butuh stimulasi visual, serta cenderung berpikiran praktis. Di satu sisi, Gen Alpha memiliki potensi luar biasa dalam kreativitas dan kemampuan informasi. Namun, mereka juga menghadapi tantangan: berkurangnya fokus, kecenderungan mudah bosan, serta risiko krisis empati karena terlalu terpaut pada gawai/gadget.

Maka dari itu, pendidikan masa kini tidak hanya mengandalkan teknologi, kurikulum modern, atau kemampuan akademik. Diperlukan sentuhan hati oleh sosok guru yang tidak hanya pandai mengajar, tetapi mampu membimbing dengan kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan nilai yang sejalan dengan ajaran tasawuf. Pendidikan berbasis hati menjadi penting sebagai pondasi pembentukan karakter Gen Alpha agar tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga berakhlak dan berperasaan mulia.

1. Memahami Pendidikan Berbasis Hati dalam Tasawuf

Tasawuf mengajarkan bahwa pendidikan tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menyucikan hati dan memperbaiki akhlak. Dalam konteks pendidikan, pendekatan tasawuf menekankan nilai-nilai:

  • Cinta dan kepedulian kepada murid (mahabbah)
  • Kesabaran dalam mendidik (sabr)
  • Ketulusan dalam mengajar (ikhlas)
  • Keteladanan akhlak (uswah)
  • Pendekatan lembut dan penuh hikmah

Ini menghadirkan suasana belajar yang menenangkan, membahagiakan, dan bermakna sehingga murid merasa dihargai dan diterima.

2. Karakter Gen Alpha dan Kebutuhan Mereka

Beberapa ciri Generasi Alpha:

  • Sangat dekat dengan teknologi
  • Lebih visual dan cepat dalam memahami informasi
  • Sangat kritis dan ingin dipahami
  • Memiliki rasa ingin tahu tinggi
  • Memerlukan perhatian emosional dan dukungan sosial

Dengan karakter tersebut, guru tidak cukup hanya menjadi penyampai ilmu, namun harus menjadi pendamping emosional dan pembimbing karakter. Anak-anak Gen Alpha sangat mudah terpengaruh lingkungan dan media, sehingga bimbingan batin sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan tumbuh kembang mereka.

3. Profesionalisme Guru Berbasis Tasawuf untuk Gen Alpha

Guru profesional di era Gen Alpha adalah guru yang memahami teknologi, tetapi tetap menomorsatukan hati dan akhlak. Implementasi profesionalisme guru bertasawuf dapat dilakukan melalui:

a. Keteladanan dan Konsistensi

Guru menjadi contoh dalam adab, tutur kata, kesabaran, dan kejujuran. Anak-anak akan meniru perilaku yang mereka lihat lebih dari yang mereka dengar.

b. Pendekatan Emosional dan Empati

Guru menyapa murid dengan hangat, memahami perasaan mereka, dan menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman untuk belajar.

c. Pengajaran Bermakna

Menghubungkan pelajaran dengan nilai kehidupan, bukan hanya fakta dan teori. Misalnya, mengajarkan disiplin dengan contoh dan dialog, bukan hanya perintah.

d. Menggunakan Teknologi Secara Bijak

Teknologi dijadikan alat, bukan pusat perhatian. Guru mengarahkan murid untuk menggunakan teknologi secara baik dan produktif.

e. Membiasakan Dzikir dan Doa

Membuka pelajaran dengan doa, belajar mengontrol emosi melalui nilai sabar, syukur, dan ikhlas dalam aktivitas harian sederhana.

Dengan ini, guru tidak hanya mencetak murid cerdas, tetapi juga membangun generasi yang lembut hati dan berkarakter kuat.

Pendidikan Gen Alpha tidak cukup hanya dengan pendekatan intelektual dan teknologi. Mereka membutuhkan pendampingan hati, arahan lembut, dan teladan nyata dalam kehidupan. Tasawuf menawarkan landasan kuat dalam membangun pendidikan berbasis hati dan akhlak, sehingga guru mampu menjalankan peran sebagai pembimbing ruhani sekaligus pendidik modern. Dengan menerapkan nilai cinta, kesabaran, ketulusan, dan kesederhanaan dalam mengajar, guru tidak hanya menciptakan suasana belajar yang kondusif, tetapi juga membentuk karakter Gen Alpha menjadi pribadi yang beradab, berperasaan, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan kebijaksanaan.

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30