Jl. Harmonika No. 2 Samarinda

kotasamarinda@kemenag.go.id

  • H. Mugni Al Hakim, M.Sos – Penyuluh Agama Ahli Pertama
  • 2025-10-20 14:20:09
  • 369

Membumikan Tasawuf dalam Birokrasi: Jalan ASN Menuju Amanah dan Profesional

Sebagai pelayan publik, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan profesional. Namun, kita semua paham bahwa dunia birokrasi tidak lepas dari berbagai tantangan: tekanan pekerjaan, kepentingan politik, hingga godaan penyalahgunaan wewenang.

Di tengah situasi itu, tasawuf hadir bukan sekadar ajaran spiritual, melainkan jalan hidup yang bisa membentuk kepribadian ASN agar tetap amanah dan profesional. Tasawuf mengajarkan nilai keikhlasan, kesabaran, amanah, serta kejujuran, yang jika diterapkan dalam birokrasi, akan menjadi benteng moral sekaligus sumber motivasi.

1.     Tasawuf sebagai Penjaga Hati ASN

Tasawuf menekankan pada kebersihan hati dari sifat-sifat buruk seperti iri, tamak, atau riya’. Seorang ASN yang berjiwa tasawuf akan bekerja bukan karena ingin dipuji atau mencari keuntungan pribadi, tetapi karena ingin mengabdi dengan tulus. Nilai ini sejalan dengan prinsip dalam Al-Qur’an (QS. Al-Qashash: 26) yang menekankan pentingnya kekuatan (profesional) dan amanah (dapat dipercaya).

2.     Integritas ASN dalam Pandangan Tasawuf

Integritas bukan hanya soal aturan tertulis, tetapi juga soal nurani. ASN yang menanamkan nilai muraqabah (merasa selalu diawasi Allah) akan menjaga diri dari korupsi, kolusi, atau penyalahgunaan jabatan. Mereka sadar bahwa sekecil apapun perbuatan, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dengan cara ini, integritas ASN tidak lagi bergantung pada pengawasan atasan, tetapi lahir dari kesadaran batin.

3.     Profesionalisme yang Berlandaskan Ihsan

Prinsip ihsan dalam tasawuf mengajarkan: bekerja sebaik-baiknya seolah-olah kita melihat Allah. Bila nilai ini dipegang ASN, maka setiap pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan sungguh-sungguh, penuh empati, dan jauh dari sikap asal-asalan. ASN yang profesional bukan hanya patuh pada SOP, tetapi juga menghadirkan akhlak mulia dalam pekerjaannya.

4.     Langkah Praktis Membumikan Tasawuf dalam Birokrasi

Beberapa sikap sederhana yang bisa dilakukan ASN untuk menerapkan tasawuf dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

Ikhlas dalam bekerja – meniatkan setiap tugas sebagai ibadah.

Disiplin dan tepat waktu – karena waktu adalah amanah.

Mengutamakan pelayanan – melihat masyarakat sebagai pihak yang harus dilayani dengan sepenuh hati.

Kesederhanaan hidup – menjauhkan diri dari sikap berlebihan yang bisa memicu penyimpangan.

Saling menghargai dan membangun ukhuwah – memperkuat kerja sama dan menjaga keharmonisan dalam lingkungan kerja.

Membumikan tasawuf dalam birokrasi bukanlah hal yang sulit jika ASN benar-benar mau menjadikan pekerjaannya sebagai jalan ibadah. Tasawuf mengajarkan keikhlasan, kesederhanaan, dan amanah yang sangat relevan dengan etika ASN. Dengan nilai ini, ASN tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga berakhlak mulia, sehingga birokrasi yang bersih, transparan, dan melayani dapat terwujud.

Alamat

  • Jl. Harmonika no. 2 Samarinda
  • (0541) 743736
  • 082191575187
  • kotasamarinda@kemenag.go.id
  • Senin - Jum'at: 08:00 - 15:30